PANDANGAN OBJEKTIVITAS GENERASI BANDUNG LEWO TANA
Dalam pandangan objektif Generasi Bandung, desa ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan menjadi lebih maju, terutama dalam tatanan pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan infrastruktur.
Sebagai generasi muda Lewo tanah yang sekolah di Bandung sebenarnya kami punya harapan dan kecemasan tersendiri terhadap Lewo tanah Pulang Kangge.
Sebelumnya kami menyampaikan beberapa poin terhadap dinamika yang ada di Lewo tanah, kami mau menyampaikan sedikit gambaran besar bahwa.
Masalah Lewo tanah ialah masalah bersama, bukan masalah yang harus di bebankan kepada pemerintah desa saja, melainkan keikutsertaan dalam persoalan sosial juga seharusnya membutuhkan sinergitas yang kokoh, sehingga keterlibatan tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya juga menjadi alasan mendasar untuk bicara kemajuan bangsa, apa lagi soal desa.
![]() |
| Gunawan tajudin Keling |
Saya Gunawan Tajudin Keling, yang sekolah di Bandung sedikit mau menyampaikan pandangan pandangan umum buat kita semua sebagai masyarakat yang lahir dari latar belakang Pulau Kangge yang sama.
1. PENDIDIKAN
Desa Marisa memiliki banyak potensi. Sekolah-sekolah yang ada di desa, baik MIS,MTS, maupun MAS, beberapa di antaranya belum mencapai standar nasional. Potensi ini harus dioptimalkan dengan lebih baik lagi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memfasilitasi siswa-siswa penerima bantuan PKH dan semacamnya agar bisa mendapatkan akses yang lebih baik ke pendidikan yang berkualitas.
Saya Melihat dari sudut pandang pendidikan yang ada di Lawo Tanah, Makna dari Pasal 31 UUD 1945 tersebut adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan tanpa kecuali.
Pada kenyataannya, dengan kondisi Negara Indonesia yang sangat luas yang terdiri dari ribuan pulau, mulai Sabang sampai Merauke, kita khususnya di Pulau Kangge Desa Marisa Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor dihadapkan dengan berbagai permasalahan khususnya pendidikan bagi masyarakat.
Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi daya kreatifitas pemuda lawo tanah dalam mengisi ruang ruang pemerintahan supaya terus mengawal kemajuan pendidikan yang maksimal untuk mencerdaskan generasi.
Namun di Pulau Kangge untuk mewujudkan pendidikan yang mandiri dan berkualitas sesuai dengan standar pendidikan nasional saja masih sangat sulit.
Harapannya ialah kita harus terus kolaborasi dengan beberapa elemen masyarakat agar membangun komunikasi ke tingkat daerah untuk membicarakan pendidikan yang ada, harapan supaya hal tersebut bisa di selesaikan dan akan melahirkan pendidikan yang mandiri.
2. EKONOMI
Ekonomi Desa Marisa memiliki potensi yang besar dalam pembangunan ekonomi. Salah satu potensi itu adalah sektor perkembangan pertanian, baik rumput laut atau perkebunan. Namun, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Desa Marisa dibutuhkan pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif.
Perlu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, serta dibangunnya Koperasi di Desa Marisa sehingga masyarakat dapat meningkatkan daya beli, dan mendorong perkembangan usaha di desa.
Saya melihat dari sudut pandang ekonomi yang ada di Lewo tanah, maka merujuk kepada UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 menyampaikan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
3. KEBUDAYAAN
Kebudayaan Budaya merupakan satu kekayaan yang dimiliki oleh Desa Marisa. Wisata budaya seperti yang ada di Desa Adat Takpala merupakan kampung tradisional di kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dapat menjadi inspirasi dan mengembangkan objek wisata budaya di Desa Marisa. Dalam hal budaya, perlu ada pengembangan dan pelestarian seni dan budaya lokal, baik melalui program-program pemerintah maupun oleh masyarakat lokal yang mencintai kebudayaan.
Di Pulau Kangge, terdapat kebudayaan yang kaya dan unik. Beberapa tahun yang lalu, kebudayaan ini masih sangat hidup dan menjadi daya tarik bagi penduduk setempat dan wisatawan. Namun, sayangnya kebudayaan ini kini berangsur-angsur hilang dari Pulau Kangge.
Salah satu ciri khas dari kebudayaan Pulau Kangge adalah tarian tradisional yang disebut “beku_toja atau disebut lego-lego”. Tarian ini biasanya diiringi dengan alat musik tradisional seperti gong dan kendang. Sayangnya, tarian ini kini hanya diingat sebagai kenangan masa lalu.
Selain itu, adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Pulau Kangge juga mulai tergerus. Nilai-nilai sopan santun dan kegotongroyongan yang selalu dijunjung tinggi telah digantikan dengan budaya konsumerisme dan individualisme yang berlebihan.
Hal ini membuat beberapa orang yang masih melestarikan kebudayaan Pulau Kangge merasa khawatir akan hilangnya budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Beberapa upaya dilakukan untuk menjaga dan merawat kebudayaan Pulau Kangge, namun masih belum cukup untuk mempertahankan semangat kebudayaan yang dahulu begitu kuat di sana.
Kita dapat belajar dari Pulau Kangge bahwa kebudayaan adalah warisan yang harus kita jaga dan lestarikan bagi generasi selanjutnya. Jangan biarkan kebudayaan kita hilang begitu saja, mari sama-sama memperkuat semangat kebudayaan di Indonesia.
Harus di ketahui bersama UUD 1945 dalam Pasal 32, yaitu pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.untuk menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pilar kehidupan bangsa.
Saya sedikit memberi tanggapan dan saran tentang budaya dan adat istiadat kita yang khususnya berada di Desa Marisa. Saya melihat bahwa di Desa Marisa memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri yang perlu dijaga dan dirawat dengan baik, artinya semua itu dapat berjalan sesuai keinginan kita jika itu berangkat dari kesadaran kita bersama agar budaya dan adat istiadat kita tidak terkikis oleh pengaruh pengaruh yang datang dari luar.
Disini juga saya sedikit usul dan saran agar keterlibatan serta partisipasi di semua rana baik dari pemerintah, masyarakat, pemuda dan pelajar ayok kita bersama-sama merawat budaya kita yang ada di desa, baik dari keberagaman, solidaritas dan keharmonisan dengan alam.
Di balik merawat budaya dan adat istidat kita yang harus di perhatikan dan di terapkan yaitu
Pendidikan dan kesadaran, Festival dan Pertunjukan.
4. INSFRASTRUKTUR
Infrastruktur yang memadai merupakan kunci untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Infrastruktur desa merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kehidupan masyarakat di pedesaan. Infrastruktur yang dibangun pada desa bertujuan untuk menunjang kehidupan masyarakat seperti sarana transportasi, sarana kesehatan, sarana pendidikan, serta sarana komunikasi.
Di Indonesia, perkembangan desa tidak selalu sejajar dengan perkembangan kota. Namun seiring dengan waktu, pemerintah mulai memperhatikan pembangunan desa. Berbagai program dan kebijakan dirancangkan untuk membangun infrastruktur desa yang memadai.
Salah satu program yang dirancangngkan pemerintah Indonesia adalah Program Desa Membangun (PDM).
Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi desa dan membantu masyarakat dalam membangun fasilitas publik. PDM dijalankan dengan memberikan bantuan dana dan tenaga ahli kepada masyarakat desa untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan.
Dalam konteks pembangunan infrastruktur desa, masyarakat desa memiliki peran yang sangat penting.
Masyarakat harus aktif dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur di desa. Juga harus terlibat aktif dalam proses pembangunan infrastruktur tersebut sehingga pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Pembangunan infrastruktur desa merupakan sebuah proses yang memerlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat desa.
Dengan adanya infrastruktur yang memadai, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
Dalam hal infrastruktur desa juga perlu adanya pembenahan, di antaranya penerangan jalan, akses kesehatan, saluran air, serta sanitasi lingkungan. Dengan infrastruktur yang memadai, dapat meningkatkan pelayanan, memajukan kualitas hidup, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Mungkin beberapa poin di atas menjadikan bahan renungan buat kita semua selaku generasi muda Pulau Kangge bahwa hentikan kesalahpahaman yang di desain oleh segerombolan kelompok dan pada akhirnya berdampak kepada masyarakat banyak.
Kita sudah seharusnya menjadikan sinergitas untuk mendesain peradaban, sebab tanpa kolaborasi dari beberapa komponen masyarakat, hidup akan menjadi sia-sia.
Bahkan untuk menciptakan Lewo tanah yang kreatif, inovatif dan mandiri tidak akan kita gapai bersama.
Desa Marisa merupakan salah satu daerah di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi yang cukup besar. Kesempatan dan tantangan yang ada di desa ini adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memperkuat lisit desa dan meningkatkan kualitas hidup dalam setiap warganya.
Dalam pandangan objektif Generasi Bandung, perkembangan desa Marisa dalam tatanan pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan infrastruktur memerlukan strategi, inovasi dan kemitraan yang baik antara pemerintah, masyarakat dan sektor privat.
Dengan rencana strategis bersama dan dukungan dari semua pihak yang terkait, Desa Marisa akan mempunyai masa depan yang baik dan mampu bersaing dengan wilayah lainnya.


Komentar
Posting Komentar